Spread Fixed vs Floating: Perbedaan dan Cara Memilihnya
Saat Anda membuka posisi trading di pasar, Anda langsung membayar biaya bahkan sebelum pasar bergerak menguntungkan Anda. Biaya tersebut adalah spread, dan memahami apakah harus menggunakan fixed spread atau floating spread dapat berdampak signifikan pada hasil akhir trading Anda.
Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari cara kerja masing-masing jenis spread, kelebihan dan kekurangannya, serta panduan praktis untuk menentukan jenis mana yang paling sesuai dengan strategi trading Anda.
Jawaban Cepat: Fixed vs Floating Spread (Ringkasan)
Perbedaan antara fixed spread dan floating spread terletak pada prediktabilitas versus efisiensi biaya. Fixed spread tetap konstan tanpa memedulikan kondisi pasar, sedangkan floating spread berubah secara real-time berdasarkan likuiditas dan volatilitas pasar. Pilihan Anda bergantung pada seberapa sering Anda melakukan trading, kapan Anda melakukan trading, dan seberapa nyaman Anda dengan biaya yang berubah-ubah.
Berikut adalah poin penting yang perlu Anda ketahui secara singkat:
- Fixed spread tetap sama hampir sepanjang waktu dan ditetapkan oleh broker
- Floating (variable) spread terus berubah mengikuti likuiditas dan volatilitas pasar
Perbandingan langsung:
- Prediktabilitas biaya: tinggi untuk fixed, rendah untuk floating
- Tingkat biaya umum: biasanya lebih tinggi untuk fixed, sering kali lebih rendah untuk floating saat pasar tenang
- Paling cocok untuk: fixed = pemula, swing trader yang menghindari rilis berita; floating = trader aktif yang sensitif terhadap biaya selama sesi likuid
- Model eksekusi: fixed = sering kali market maker; floating = sering kali ECN/STP/non-dealing-desk
Cara cepat menentukan pilihan:
Jadi, bagaimana cara menentukannya? Jika Anda melakukan trading dengan ukuran posisi yang lebih kecil, tidak menyukai biaya yang tidak terduga, dan cenderung menghindari rilis berita utama, fixed spread kemungkinan akan terasa lebih nyaman bagi Anda. Di sisi lain, jika Anda melakukan scalping, day trading, atau fokus pada sesi London dan New York saat likuiditas tinggi dan spread ketat, floating spread biasanya lebih masuk akal. Jadi, sebelum memutuskan, pertimbangkan berapa lama Anda biasanya menahan posisi trading, seberapa besar paparan Anda terhadap berita, dan ukuran akun Anda. Jika masih ragu, langkah paling aman adalah menguji kedua opsi tersebut di akun demo selama beberapa minggu untuk melihat mana yang paling cocok dengan gaya trading Anda.
Apa Itu Spread dalam Trading Forex dan CFD?
Sebelum membahas lebih detail, mari kita pahami apa itu spread dalam trading. Sederhananya, spread adalah selisih antara dua harga yang ditawarkan oleh broker Anda untuk instrumen keuangan apa pun – baik itu EUR/USD, XAUUSD, indeks saham, atau CFD. Ini merupakan biaya transaksi utama Anda untuk membuka dan menutup posisi.
Begini cara kerjanya:
- Broker menawarkan dua harga: harga bid (harga saat Anda dapat menjual) dan harga ask (harga saat Anda dapat membeli)
- Spread = harga ask − harga bid, biasanya diukur dalam pip untuk forex (misalnya, 0,0001 untuk sebagian besar pasangan mata uang, 0,01 untuk pasangan JPY)
- Spread adalah bagian inti dari biaya trading, mirip dengan komisi bawaan pada setiap transaksi
Mari kita lihat spread EUR/USD di Switch Markets:

Seperti yang Anda lihat di atas, spread EUR/USD adalah 0,1, yang berarti harga bid adalah 1,16818, dan harga ask adalah 1,16819. Dalam hal ini, biaya untuk 1 lot standar (100.000 unit): 1 pip × $10 per pip = $10.
Namun, perlu dicatat bahwa model ECN, seperti Switch Markets, sering kali menggabungkan spread yang ketat dengan komisi tetap per lot, sehingga Anda selalu membayar biaya tertentu. Memahami spread bid-ask sangat penting untuk menghitung biaya trading Anda yang sebenarnya. Anda dapat mengunjungi halaman ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang spread Switch Markets.
Jenis-Jenis Spread: Fixed vs Floating
Sebagian besar broker ritel saat ini menawarkan dua jenis spread utama: fixed spread dan floating spread (juga disebut spread variabel). Penamaannya bervariasi di antara broker, tetapi logika dasarnya tetap sama.
With this foundation in place, let’s examine each spread type in detail.
Apa Itu Fixed Spread?
Fixed spread ditawarkan dalam jumlah pip yang konstan – misalnya, 2 atau 3 pip pada EUR/USD – dan biasanya tidak berubah dari tick-ke-tick dalam kondisi normal. Tingkat fixed spread tetap stabil baik saat pasar sedang tenang maupun cukup aktif.
Cara kerja fixed spread:
- Biasanya ditawarkan oleh broker dealing-desk atau market-maker yang mengelola aliran transaksi klien secara internal
- Broker dapat mengontrol harga yang ditampilkan karena mereka adalah pihak lawan (counterparty) langsung untuk banyak transaksi
- Selama volatilitas pasar yang ekstrem atau di luar jam pasar, some brokers may temporarily widen the “fixed” spread or block new orders
Broker yang menawarkan fixed spread pada dasarnya menanggung risiko fluktuasi pasar atas nama Anda, dan mereka memasukkan risiko tersebut ke dalam biaya spread.
Kelebihan dan kekurangan fixed spread:
- Biaya transaksi yang dapat diprediksi: Anda mengetahui spread sebelum membuka posisi trading, sangat berguna untuk akun ritel kecil
- Perencanaan yang lebih mudah: membantu saat menyusun strategi yang membutuhkan biaya stabil (misalnya, strategi grid, beberapa EA)
- Mengurangi stres akibat volatilitas kecil: trader terlindungi dari lonjakan spread kecil yang sering terjadi
- Tidak ada kejutan dalam kondisi normal: biaya tetap sama baik Anda melakukan trading pada pukul 9 pagi atau 3 sore
- Biasanya lebih tinggi daripada rata-rata floating spread selama sesi normal yang likuid (misalnya, fixed spread 2–3 pip vs. floating spread yang sering kali berkisar 0,0–0,5 pip pada EUR/USD saat pembukaan sesi London)
- Biaya relatif lebih tinggi untuk scalper dan trader jangka pendek, di mana setiap pip sangat berarti
- Peningkatan risiko requote dan order ditolak saat pasar bergerak cepat (misalnya, rilis data CPI AS), karena broker tidak dapat memperlebar fixed spread secara instan dan mungkin menawarkan harga baru sebagai gantinya
- Kemungkinan terjadinya slippage jika pasar melompat melampaui satu tingkat harga tetap
Skenario dunia nyata:
Selama sesi trading EUR/USD yang tenang, broker dengan fixed spread mungkin tetap mengenakan biaya 2 pip, sementara akun ECN dengan floating spread bisa menunjukkan 0,1–0,3 pip hampir sepanjang waktu. Setelah puluhan transaksi, perbedaan ini akan terakurasi secara signifikan.
Siapa yang diuntungkan dari fixed spread:
Fixed spread cocok untuk trader pemula, trader paruh waktu, dan mereka yang biasanya melakukan trading di luar rilis berita utama serta lebih mementingkan biaya yang dapat diprediksi daripada mendapatkan biaya pip yang paling rendah.
Apa Itu Floating (Variable) Spread?
Floating spread terus menyesuaikan secara real-time sesuai dengan harga bid dan ask pasar saat ini. Jenis spread ini mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi di pasar forex antarbank pada saat itu.
Cara kerja floating spread:
- Umum digunakan pada broker Electronic Communication Network (ECN), STP, dan akun spread "Raw", di mana harga dialirkan dari berbagai penyedia likuiditas (bank, prime broker, lembaga institusional)
- Spread cenderung menyempit saat likuiditas tinggi (misalnya, tumpang tindih sesi London dan New York) dan melebar secara signifikan saat likuiditas rendah atau terjadi lonjakan volatilitas
- Rentang umum untuk EUR/USD: 0,0–0,5 pip selama jam sibuk, 1–3+ pip selama rilis data pasangan mata uang utama atau sesi akhir Asia yang likuiditasnya rendah
Kelebihan dan kekurangan floating spread:
- Potensi biaya yang sangat rendah dalam kondisi normal, terutama untuk pasangan mata uang utama dan indeks populer
- Refleksi yang lebih transparan dari dinamika pasar antarbank yang sebenarnya
- Umumnya lebih sedikit requote karena pergerakan harga dibiarkan terjadi secara bebas; order dieksekusi pada harga pasar saat ini, kemungkinan dengan slippage alih-alih penolakan
- Hemat biaya bagi trader dengan volume tinggi yang mengatur waktu masuk posisi mereka selama periode likuid
- Biaya dapat melonjak tanpa peringatan di sekitar rilis berita (misalnya, Non-Farm Payrolls, pernyataan FOMC, peristiwa geopolitik yang tidak terduga), terkadang melebar hingga 8–10 pip atau more pada pasangan mata uang utama
- Lebih sulit untuk memprediksi biaya masuk/keluar yang tepat untuk strategi stop yang ketat; dapat memicu stop loss lebih cepat saat spread melebar sesaat selama peristiwa pelebaran spread
- Membutuhkan manajemen risiko yang lebih canggih (misalnya, menghindari trading selama berita berdampak tinggi, menggunakan stop loss yang lebih lebar, atau memperkecil ukuran posisi di sekitar peristiwa penting)
Contoh lini masa:
Pada hari kerja biasa, floating spread EUR/USD mungkin rata-rata berkisar 0,1–0,3 pip dari pukul 08.00–16.00 waktu London, naik menjadi sekitar 1–2 pip selama rollover yang tidak likuid sekitar pukul 23.00 waktu server, dan melonjak lebih tinggi lagi saat rilis berita utama (seperti CPI AS pukul 12.30 UTC). Selama periode volatilitas tinggi seperti turbulensi pasar akibat COVID pada Maret 2020, spread EUR/USD pada akun floating sempat melebar dari 1 pip menjadi lebih dari 10 pip.
Siapa yang diuntungkan dari floating spread:
- Scalper dan day trader frekuensi tinggi yang mengeksekusi transaksi selama sesi likuid
- Trader profesional dan berpengalaman yang memprioritaskan harga raw
- Akun yang lebih besar yang merasa nyaman membayar komisi tetap per lot sebagai ganti spread yang ketat
- Strategi trading jangka pendek yang bergantung pada menangkap pergerakan harga kecil
Fixed vs Floating Spread: Mana yang Harus Anda Pilih?
Jelas, tidak ada pilihan "terbaik" yang berlaku untuk semua orang. Pilihan yang tepat bergantung pada gaya trading Anda, waktu trading Anda, sensitivitas strategi Anda terhadap biaya, dan kenyamanan psikologis Anda terhadap biaya yang bervariasi. Berikut adalah faktor-faktor utama yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih jenis spread yang tepat.
Panduan keputusan berdasarkan frekuensi trading:
Jika Anda jarang melakukan trading dan hanya membuka beberapa posisi per minggu, perbedaan biaya per pip biasanya kurang krusial, sehingga fixed spread menjadi pilihan yang masuk akal karena kesederhanaan dan prediktabilitasnya. Di sisi lain, jika Anda aktif melakukan trading dengan banyak posisi intraday, floating spread cenderung memberikan biaya keseluruhan yang lebih rendah—terutama pada pasangan mata uang utama selama tumpang tindih sesi London dan New York yang sangat likuid.
Berdasarkan strategi trading:
Strategi trading adalah faktor kunci lain yang perlu dipertimbangkan.
Scalper (menargetkan 3–10 pip per transaksi):
- Lebih menyukai floating spread + komisi rendah, sebagian besar melakukan trading selama periode likuiditas tinggi
- Wajib memantau perubahan spread di sekitar kalender ekonomi dan menghindari beberapa menit di sekitar rilis berita utama
Swing trader intraday (menahan posisi selama beberapa jam):
- Dapat menggunakan salah satunya, tetapi floating spread sering kali menghasilkan biaya kumulatif yang lebih rendah jika mereka menghindari lonjakan akibat berita
Position trader (menahan posisi selama berhari-hari/berminggu-minggu):
- Biaya spread merupakan bagian yang lebih kecil dari total keuntungan/kerugian
- Kenyamanan psikologis dan stabilitas platform trading mungkin lebih penting daripada perbedaan 0,1–0,2 pip
Berdasarkan ukuran akun dan toleransi risiko:
- Akun kecil (di bawah $1.000): fixed spread dapat membantu memberikan biaya yang dapat diprediksi, tetapi trader tetap perlu membandingkan nilai spread aktual dengan opsi ECN
- Akun yang lebih besar (di atas $5.000): lebih diuntungkan dari akun floating/ECN dengan spread yang lebih rendah dan eksekusi kelas profesional
- Toleransi risiko rendah: fixed spread tidak terlalu memicu stres emosional selama turbulensi pasar yang ringan
- Toleransi risiko lebih tinggi / lebih berpengalaman: floating spread tidak masalah jika Anda memahami perilaku spread dan menggunakan kontrol manajemen risiko yang tepat
Fixed vs Floating Spread - Contoh Perbandingan Angka
Mari kita lihat bagaimana perbedaan antara fixed dan floating dapat memengaruhi biaya trading seorang trader.
Katakanlah seorang trader membuka dan menutup (round-turn) 100 transaksi EUR/USD per bulan:
- Fixed spread: 2 pip × $10 per pip × 100 = total biaya $2.000
- Floating spread: rata-rata 0,4 pip + komisi $7 per lot (≈ total biaya 1,1 pip), total ≈ $1.100 untuk volume yang sama
Hasil: menghemat sekitar $900/month dengan floating spread selama kondisi trading normal.
Tips praktis dalam memilih:
Berikut adalah beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih antara fixed spread dan floating spread:
- Periksa rata-rata spread berdasarkan pasangan mata uang dan sesi (London, New York, Asia) untuk setiap jenis akun yang ditawarkan broker Anda
- Lihat bagaimana perilaku spread secara historis di sekitar peristiwa penting (NFP, Fed, ECB), dan analisis apakah strategi Anda tidak dapat mentoleransi lonjakan yang lebar
- Uji kedua jenis akun - ECN vs Standard - di akun demo atau dengan ukuran riil yang sangat kecil selama setidaknya 2–4 minggu untuk masing-masing akun
- Pertimbangkan faktor non-spread: kecepatan eksekusi, statistik slippage, regulasi, dan struktur biaya secara keseluruhan
Faktor Lain yang Memengaruhi Spread
Terlepas dari apakah Anda memilih fixed spread atau floating spread, beberapa faktor eksternal memengaruhi seberapa lebar atau sempitnya spread pada saat tertentu.
Likuiditas pasar:
- Tertinggi selama tumpang tindih sesi (misalnya, tumpang tindih London–New York sekitar pukul 13.00–17.00 UTC) → spread umumnya menyempit
- Terendah selama akhir sesi AS dan sebelum jam Asia → spread melebar secara alami, terutama pada pasangan mata uang silang (cross) dan eksotis
- Periode likuiditas rendah berarti akun dengan spread ketat sekalipun akan melihat penawaran harga yang lebih lebar
Volatilitas pasar:
- Spread melebar ketika harga bergerak cepat (misalnya, setelah keputusan bank sentral yang mengejutkan, flash crash, guncangan geopolitik)
- Bahkan spread ECN floating dapat melonjak dari 0,3 menjadi 5+ pip untuk sementara waktu pada pasangan mata uang utama ketika pasar sedang tidak menentu selama periode volatilitas tinggi
- Kondisi pasar yang volatil menciptakan kondisi trading yang tidak terduga untuk semua jenis spread
Kalender ekonomi:
- Berita berdampak tinggi seperti Non-Farm Payrolls AS (biasanya hari Jumat pertama setiap bulan pukul 12.30 UTC), rilis data CPI, keputusan suku bunga FOMC, dan konferensi pers ECB sering kali menyebabkan pelebaran spread ekstrem dalam jangka pendek
- Trader berita dan strategi trading berita harus memperhitungkan lonjakan spread ini dalam perhitungan risiko mereka
- Trader yang tidak dapat mentoleransi lonjakan spread sebaiknya menghindari membuka atau menutup posisi trading beberapa menit di sekitar peristiwa tersebut
Jenis instrumen:
- Pasangan mata uang utama (EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD, USD/CHF, USD/CAD, NZD/USD) biasanya memiliki spread yang ketat karena likuiditas global yang mendalam
- Pasangan mata uang minor dan eksotis (misalnya, EUR/TRY, USD/ZAR) secara alami memiliki spread yang lebih lebar, sering kali beberapa pip, bahkan dalam kondisi tenang
- Logam (XAUUSD, XAGUSD), indeks (misalnya, US30, DAX40), dan CFD kripto dapat menunjukkan fluktuasi spread yang besar di sekitar pembukaan pasar dan rilis berita, terkadang mendekati spread nol selama puncak likuiditas
Model dan infrastruktur broker:
- Broker ECN/STP yang menggabungkan beberapa penyedia likuiditas biasanya menawarkan floating spread yang lebih ketat dalam kondisi normal dan menyediakan akses langsung ke harga antarbank
- Market maker dapat menjaga spread tetap (fixed), tetapi mungkin menggunakan requote atau spread stabil yang lebih lebar untuk mengelola risiko model bisnis mereka
Slippage harga dan solusi VPS:
Slippage harga terjadi ketika order Anda dieksekusi pada harga jual atau harga beli yang berbeda dari harga yang Anda inginkan – hal ini umum terjadi saat pasar bergerak cepat dan periode volatil. Ini dapat terjadi pada kedua jenis spread, tetapi lebih sering terjadi pada floating spread selama rilis berita.
Menggunakan Virtual Private Server (VPS) dapat membantu mengurangi slippage dengan cara:
- Meminimalkan latensi antara platform trading Anda dan server broker
- Memastikan koneksi yang stabil selama volatilitas tinggi
- Mengeksekusi order lebih cepat daripada koneksi internet rumah standar
Secara umum, trader jangka pendek dan mereka yang menggunakan strategi otomatis adalah pihak yang paling diuntungkan dari hosting VPS.
Pertimbangan jenis akun:
Berbagai akun trading hadir dengan struktur spread yang berbeda:
- Akun Standard: sering kali menggunakan fixed spread atau floating spread yang lebih lebar, tanpa komisi
- Akun ECN/Raw: biasanya menggunakan floating spread yang sangat ketat ditambah komisi per lot
- Akun Pro/VIP: mungkin menawarkan spread paling ketat tetapi membutuhkan deposit minimum yang lebih tinggi
Jenis akun Anda secara langsung memengaruhi apakah biaya trading Anda akan lebih tinggi atau lebih rendah – pilihlah berdasarkan volume transaksi dan kebutuhan strategi Anda.
Kata Penutup
Memahami perbedaan antara fixed spread dan floating spread adalah kunci untuk mengendalikan biaya trading Anda. Fixed spread menawarkan prediktabilitas dan kesederhanaan, tetapi biasanya disertai dengan biaya yang sedikit lebih tinggi dan risiko requote saat pasar bergerak cepat. Floating spread sering kali lebih murah dan mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya secara lebih akurat, tetapi dapat melebar secara tajam selama likuiditas rendah atau peristiwa berita utama.
Jika Anda menghargai biaya yang stabil dan terdefinisi dengan jelas, jarang melakukan trading, serta menghindari berita berdampak tinggi, fixed spread mungkin lebih cocok untuk Anda. Jika Anda adalah trader aktif yang sensitif terhadap biaya, beroperasi selama sesi likuid, and menggunakan kontrol risiko yang kuat, floating spread biasanya merupakan pilihan yang lebih baik. Langkah cerdas yang bisa Anda lakukan adalah menguji keduanya di akun demo tanpa kedaluwarsa dari Switch Markets menggunakan instrumen dan kerangka waktu riil Anda, melacak rata-rata spread dan spread terburuk, requote, serta biaya riil per transaksi, lalu mengambil keputusan setelah mengumpulkan data selama satu atau dua bulan. Menguasai bagaimana perilaku spread adalah keterampilan dasar dalam trading karena seiring berjalannya waktu, selisih bid-ask inilah yang mengubah keunggulan kecil menjadi keuntungan atau perlahan-lahan mengikisnya.
Pengungkapan Risiko: Informasi yang disediakan dalam artikel ini tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, rekomendasi investasi, jaminan keuntungan, atau pelindung dari kerugian. Konten kami hanya untuk tujuan informasi dan membantu Anda memahami risiko serta kompleksitas pasar ini dengan menyediakan analisis objektif. Sebelum melakukan trading, pertimbangkan dengan cermat pengalaman, tujuan keuangan, dan toleransi risiko Anda. Trading melibatkan potensi kerugian finansial yang signifikan dan tidak cocok untuk semua orang.


