21 orang membuka akun live dalam 1 jam terakhir

Buka akun trading live
Dukungan 24/7 tersedia
Switch Markets Logo
MasukBuka Akun

CFD adalah instrumen kompleks dan memiliki risiko tinggi kehilangan uang dengan cepat karena leverage. 71% akun investor ritel kehilangan uang saat trading CFD dengan penyedia ini. Anda harus mempertimbangkan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda mampu menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda.

Spread Fixed vs Floating: Perbedaan dan Cara Memilihnya

Spread Fixed vs Floating: Perbedaan dan Cara Memilihnya

13 menit 1 detik|Ditulis oleh: Lex Smirnoff|Terakhir diperbarui: 9 Oktober 2026

Saat Anda membuka posisi di pasar, Anda langsung menanggung biaya bahkan sebelum pasar bergerak menguntungkan Anda. Biaya tersebut adalah spread, dan memahami apakah sebaiknya menggunakan fixed spread atau floating spread dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil akhir trading Anda.

Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari secara mendalam cara kerja setiap jenis spread, kelebihan dan kekurangannya, serta panduan praktis untuk menentukan opsi mana yang paling sesuai dengan strategi trading Anda.

Jawaban Singkat: Fixed vs Floating Spread (Ringkasan)

Perbedaan mendasar antara fixed dan floating spread terletak pada kepastian biaya versus efisiensi biaya. Fixed spread nilainya tetap terlepas dari kondisi pasar, sedangkan floating spread berubah secara real-time bergantung pada likuiditas serta volatilitas pasar. Pilihan Anda bergantung pada seberapa sering Anda trading, kapan Anda trading, dan sejauh mana Anda nyaman dengan biaya yang bervariasi.

Poin-poin utama yang perlu Anda ketahui:

  • Fixed spread nilainya tetap hampir setiap saat dan ditentukan langsung oleh broker
  • Floating spread (variabel) terus berubah mengikuti likuiditas dan volatilitas pasar

Perbandingan langsung:

  • Kepastian biaya: tinggi pada fixed, rendah pada floating
  • Tingkat biaya umum: biasanya lebih tinggi pada fixed, sering kali lebih rendah pada floating di kondisi pasar tenang
  • Paling cocok untuk: fixed = pemula, swing trader yang menghindari rilis berita; floating = trader aktif yang sensitif terhadap biaya selama sesi likuid
  • Model eksekusi: fixed = kerap berupa market maker; floating = sering kali ECN/STP/non-dealing desk

Cara cepat menentukan pilihan:

Lalu, bagaimana cara memutuskannya? Jika Anda trading dengan ukuran posisi lebih kecil, tidak menyukai biaya tak terduga, dan cenderung menghindari rilis berita besar, fixed spread kemungkinan akan terasa lebih nyaman bagi Anda. Di sisi lain, jika Anda melakukan scalping, day trading, atau fokus pada sesi London dan New York saat likuiditas melimpah dan spread sangat ketat, floating spread biasanya jauh lebih masuk akal. Karena itu, sebelum mengambil keputusan, pertimbangkan berapa lama Anda biasanya menahan posisi, seberapa rentan strategi Anda terhadap rilis berita, serta besaran akun Anda. Jika masih ragu, langkah paling aman adalah menguji kedua opsi tersebut di akun demo selama beberapa minggu untuk melihat mana yang paling sesuai dengan gaya trading Anda.

  • Pilih fixed jika Anda trading dengan ukuran kecil, tidak menyukai kejutan biaya, dan menghindari rilis berita besar
  • Pilih floating jika Anda scalper, day trader, atau trading selama sesi London/New York saat spread sedang ketat
  • Pertimbangkan rata-rata durasi hold posisi, eksposur terhadap rilis berita, dan ukuran akun sebelum memutuskan
  • Jika ragu, uji keduanya di akun demo selama beberapa minggu

Apa Itu Spread dalam Trading Forex dan CFD?

Sebelum masuk ke rincian lebih jauh, mari kita pahami apa itu spread dalam trading. Secara sederhana, spread adalah selisih antara dua harga yang ditawarkan oleh broker untuk instrumen keuangan apa pun — baik itu EUR/USD, XAUUSD, indeks saham, maupun CFD. Spread merupakan komponen biaya transaksi utama Anda saat membuka dan menutup posisi.

Berikut cara kerjanya:

  • Broker memberikan dua kuotasi harga: harga bid (harga saat Anda menjual) dan harga ask (harga saat Anda membeli)
  • Spread = harga ask − harga bid, umumnya diukur dalam pip untuk FX (misalnya, 0,0001 untuk mayoritas pasangan mata uang, 0,01 untuk pasangan mata uang JPY)
  • Spread adalah komponen inti dari biaya trading, menyerupai komisi bawaan pada setiap trade yang dilakukan

Mari perhatikan contoh spread EUR/USD di Switch Markets:

eurusd-spread

Seperti yang terlihat di atas, spread EUR/USD berada di angka 0,1, yang berarti harga bid berada di 1,16818 dan harga ask di 1,16819. Dalam skenario tersebut, biaya untuk 1 lot standar (100.000 unit) adalah: 1 pip × $10 per pip = $10.

Namun, perlu dicatat bahwa model ECN, seperti Switch Markets, sering kali memadukan spread ketat dengan komisi tetap per lot, sehingga selalu ada biaya yang dibayarkan. Memahami spread bid-ask sangat penting untuk memperhitungkan biaya trading riil Anda. Anda dapat mengunjungi halaman ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang spread di Switch Markets.

Jenis-Jenis Spread: Fixed vs Floating

Sebagian besar broker retail saat ini menawarkan dua tipe spread utama: fixed dan floating (juga dikenal sebagai spread variabel). Istilah yang digunakan bisa bervariasi di setiap broker, tetapi logika dasarnya tetap sama.

Dengan dasar tersebut, mari kita bahas masing-masing jenis spread secara terperinci.

Apa Itu Fixed Spread?

Fixed spread ditampilkan dalam jumlah pip yang konstan — misalnya 2 atau 3 pip pada EUR/USD — dan biasanya tidak berubah tick demi tick dalam kondisi normal. Tingkat fixed spread ini tetap stabil baik saat pasar sedang tenang maupun aktif moderat.

Cara kerja fixed spread:

  • Biasanya ditawarkan oleh broker dealing desk atau market maker yang mengelola perputaran transaksi klien secara internal
  • Broker memegang kendali atas tampilan harga karena bertindak sebagai pihak lawan langsung (counterparty) untuk banyak trade
  • Saat volatilitas pasar ekstrem atau di luar jam pasar reguler, beberapa broker bisa memperlebar sementara “fixed” spread tersebut atau menolak order baru

Broker yang menawarkan fixed spread pada dasarnya menanggung risiko fluktuasi pasar atas nama Anda, dan mereka memasukkan kalkulasi risiko tersebut ke dalam besaran spread.

Kelebihan dan kekurangan fixed spread:

Kelebihan
    • Biaya transaksi dapat diprediksi: Anda mengetahui besaran spread sebelum membuka posisi, sangat membantu untuk akun retail berukuran kecil
    • Perencanaan lebih mudah: mempermudah penyusunan strategi yang menuntut kepastian biaya (misalnya strategi grid, EA tertentu)
    • Mengurangi stres akibat volatilitas ringan: trader terlindung dari lonjakan-lonjakan spread kecil yang kerap terjadi
    • Tanpa kejutan saat kondisi normal: biayanya tetap sama baik saat Anda trading pukul 09.00 maupun 15.00
Kekurangan
    • Umumnya lebih tinggi daripada rata-rata floating spread saat sesi normal yang likuid (misalnya fixed 2–3 pip vs floating yang sering kali 0,0–0,5 pip pada EUR/USD di pembukaan sesi London)
    • Biaya relatif lebih tinggi bagi scalper dan trader jangka pendek, di mana setiap pergerakan pip sangat berharga
    • Peningkatan risiko requote dan order ditolak saat pergerakan pasar cepat (misalnya rilis CPI AS), karena broker tidak bisa langsung melebarkan fixed spread dan mungkin menawarkan kuotasi harga baru sebagai gantinya
    • Potensi slippage jika harga pasar melompat melewati satu tingkat harga tetap tersebut

Skenario dunia nyata:

Di tengah sesi trading London yang tenang pada EUR/USD, broker dengan fixed spread mungkin tetap mengenakan 2 pip, sementara akun ECN dengan floating spread umumnya hanya menunjukkan 0,1–0,3 pip hampir sepanjang waktu. Dalam puluhan transaksi, akumulasi selisih ini menjadi sangat signifikan.

Siapa yang diuntungkan oleh fixed spread:

Fixed spread sangat cocok bagi trader pemula, trader kasual, serta mereka yang biasanya trading di luar rilis berita besar dan lebih mementingkan kepastian biaya daripada memburu biaya pip paling rendah.

Apa Itu Floating (Variable) Spread?

Floating spread terus menyesuaikan secara real-time mengikuti harga bid dan ask pasar saat itu juga. Nilai ini mencerminkan apa yang sesungguhnya terjadi di pasar forex antarbank pada setiap detiknya.

Cara kerja floating spread:

  • Biasa ditemukan pada broker Electronic Communication Network (ECN), STP, dan tipe akun spread “Raw”, di mana harga disalurkan langsung dari berbagai penyedia likuiditas (bank, prime broker, institusi keuangan)
  • Spread cenderung menyempit saat likuiditas tinggi (misalnya saat overlap sesi London dan New York) dan melebar signifikan saat likuiditas menipis atau volatilitas melonjak tajam
  • Rentang umum untuk EUR/USD: 0,0–0,5 pip pada jam-jam sibuk, 1–3+ pip saat rilis data pasangan mata uang utama atau sesi akhir Asia yang minim likuiditas

Kelebihan dan kekurangan floating spread:

Kelebihan
    • Potensi biaya trading sangat rendah pada kondisi normal, terutama untuk pasangan mata uang utama dan indeks populer
    • Cerminan dinamika pasar antarbank yang lebih transparan dan nyata
    • Umumnya lebih sedikit requote karena pergerakan harga dibiarkan bergerak bebas; order dieksekusi pada harga pasar saat itu, terkadang dengan slippage alih-alih ditolak
    • Sangat hemat biaya untuk trader bervolume tinggi yang mengatur waktu entry mereka pada periode likuid
Kekurangan
    • Biaya bisa melonjak tanpa peringatan menjelang atau saat rilis berita (misalnya Non-Farm Payrolls, pernyataan FOMC, peristiwa geopolitik tak terduga), terkadang melebar hingga 8–10 pip atau lebih pada pasangan mata uang utama
    • Lebih sulit memperkirakan biaya entry/exit secara tepat untuk strategi stop ketat; stop loss bisa tersentuh lebih awal saat spread tiba-tiba melebar sesaat
    • Memerlukan manajemen risiko yang lebih matang (misalnya menghindari trading saat rilis berita berdampak tinggi, memakai stop loss lebih lebar, atau memperkecil ukuran posisi menjelang agenda terjadwal)

Contoh linimasa:

Pada hari kerja biasa, floating spread EUR/USD mungkin rata-rata berada di kisaran 0,1–0,3 pip dari pukul 08.00–16.00 waktu London, naik ke sekitar 1–2 pip saat rollover minim likuiditas sekitar pukul 23.00 waktu server, dan melonjak jauh lebih tinggi saat rilis berita besar (seperti CPI AS pukul 12.30 UTC). Selama periode volatilitas ekstrem seperti turbulensi pasar akibat COVID pada Maret 2020, spread EUR/USD pada akun floating sempat melebar dari 1 pip menjadi lebih dari 10 pip.

Siapa yang diuntungkan oleh floating spread:

  • Scalper dan day trader berfrekuensi tinggi yang mengeksekusi order saat sesi likuid
  • Trader profesional dan trader berpengalaman yang memprioritaskan kuotasi harga murni (raw pricing)
  • Pemilik akun berukuran besar yang tidak keberatan membayar komisi tetap per lot demi mendapatkan spread super ketat
  • Strategi trading jangka pendek yang bergantung pada perolehan pergerakan harga kecil

Fixed vs Floating Spread: Mana yang Sebaiknya Anda Pilih?

Tentu saja, tidak ada opsi yang secara mutlak “terbaik” untuk semua orang. Pilihan yang tepat bergantung pada gaya trading Anda, waktu Anda aktif di pasar, seberapa sensitif strategi Anda terhadap biaya, serta kenyamanan psikologis Anda menghadapi biaya yang dinamis. Berikut adalah beberapa faktor utama yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis spread yang tepat.

Panduan berdasarkan frekuensi trading:

Jika Anda jarang membuka posisi dan hanya melakukan beberapa transaksi per minggu, selisih biaya per pip biasanya tidak terlalu berpengaruh besar, sehingga fixed spread merupakan pilihan masuk akal berkat kepraktisan serta prediktabilitasnya. Sebaliknya, jika Anda trading secara aktif dengan banyak posisi intraday, floating spread cenderung memberikan total biaya yang jauh lebih rendah — terutama pada pasangan mata uang utama di sesi overlap London dan New York yang sangat likuid.


  • Frekuensi rendah (beberapa transaksi per minggu): selisih biaya per pip tidak terlalu krusial → fixed spread bisa menjadi pilihan praktis
  • Frekuensi tinggi (banyak transaksi intraday): floating spread umumnya menghasilkan total biaya lebih rendah, terutama pada pasangan mata uang utama selama overlap London/New York

Berdasarkan strategi trading:

Strategi trading merupakan pertimbangan penting lainnya.

Scalper (menargetkan 3–10 pip per trade):

  • Lebih menyukai floating spread + komisi rendah, sebagian besar trading dilakukan saat periode likuiditas tinggi
  • Wajib memantau perubahan spread di sekitar kalender ekonomi dan menghindari trading beberapa menit menjelang dan setelah rilis data besar

Swing trader intraday (menahan posisi beberapa jam):

  • Bisa menggunakan keduanya, tetapi floating spread sering kali menghasilkan biaya kumulatif lebih rendah jika berhasil menghindari lonjakan spread akibat berita

Position trader (menahan posisi berhari-hari/berminggu-minggu):

  • Biaya spread hanya mencakup sebagian kecil dari total laba/rugi keseluruhan
  • Kenyamanan psikologis dan stabilitas platform trading bisa jadi lebih penting daripada selisih 0,1–0,2 pip

Berdasarkan ukuran akun dan toleransi risiko:

  • Akun kecil (di bawah $1.000): fixed spread dapat membantu memastikan biaya tetap terprediksi, tetapi trader tetap perlu membandingkan nilai spread riil terhadap opsi akun ECN
  • Akun lebih besar (di atas $5.000): memperoleh keuntungan lebih besar dari akun floating/ECN dengan spread lebih rendah serta eksekusi sekelas profesional
  • Toleransi risiko rendah: fixed spread memberikan ketenangan emosional yang lebih baik selama gejolak pasar ringan
  • Toleransi risiko tinggi / lebih berpengalaman: floating spread sangat ideal asalkan Anda memahami karakteristik pelebaran spread dan menerapkan manajemen risiko yang disiplin

Perbandingan Angka Fixed vs Floating Spread

Mari kita cermati bagaimana perbedaan antara fixed dan floating spread dapat memengaruhi biaya trading seorang trader.

Sebagai ilustrasi, seorang trader melakukan 100 transaksi bolak-balik (round-turn) EUR/USD per bulan:

  • Fixed spread: 2 pip × $10 per pip × 100 = total biaya $2.000
  • Floating spread: rata-rata 0,4 pip + komisi $7 per lot (≈ total biaya 1,1 pip), total ≈ $1.100 untuk volume yang sama

Hasil: penghematan sekitar $900/bulan dengan floating spread pada kondisi trading normal.

Tips praktis menentukan pilihan:

Berikut beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan saat memilih antara fixed dan floating spread:

  • Periksa rata-rata spread berdasarkan pasangan mata uang dan sesi trading (London, New York, Asia) untuk setiap jenis akun yang disediakan broker Anda
  • Amati bagaimana spread berperilaku secara historis di sekitar agenda penting (NFP, Fed, ECB), lalu evaluasi apakah strategi Anda sanggup menoleransi lonjakan pelebaran tersebut
  • Uji kedua tipe akun — ECN vs Standard — di akun demo atau dengan ukuran posisi riil yang sangat kecil selama 2–4 minggu untuk masing-masing tipe
  • Perhatikan faktor non-spread: kecepatan eksekusi, statistik slippage, regulasi, dan struktur biaya secara menyeluruh
Tips Pro
Banyak trader memiliki dua akun trading sekaligus — satu fixed, satu floating — dan menggunakannya secara bergantian berdasarkan strategi aktif atau kondisi pasar saat itu.

Faktor Lain yang Memengaruhi Spread

Terlepas dari apakah Anda memilih fixed atau floating spread, sejumlah faktor eksternal turut menentukan seberapa lebar atau sempitnya spread pada saat tertentu.

Likuiditas pasar:

  • Tertinggi saat terjadi overlap sesi (misalnya overlap London–New York sekitar pukul 13.00–17.00 UTC) → spread biasanya menyempit
  • Terendah saat akhir sesi AS dan sebelum sesi Asia dimulai → spread melebar secara alami, terutama pada pasangan cross dan eksotis
  • Periode likuiditas rendah menyebabkan akun dengan spread ketat sekalipun mengalami kuotasi yang lebih lebar

Volatilitas pasar:

  • Spread melebar saat harga bergerak sangat cepat (misalnya setelah keputusan suku bunga bank sentral yang tak terduga, flash crash, atau guncangan geopolitik)
  • Floating spread pada akun ECN sekalipun dapat melompat dari 0,3 ke 5+ pip sementara waktu pada pasangan mata uang utama saat pasar bergerak tidak menentu selama periode volatilitas tinggi
  • Kondisi pasar yang volatil menciptakan situasi trading yang sulit ditebak untuk semua tipe spread

Kalender ekonomi:

  • Berita berdampak tinggi seperti Non-Farm Payrolls AS (biasanya hari Jumat pertama setiap bulan pukul 12.30 UTC), rilis CPI, keputusan suku bunga FOMC, dan konferensi pers ECB sering memicu pelebaran spread ekstrem dalam jangka pendek
  • News trader dan strategi news trading wajib memperhitungkan lonjakan spread ini dalam kalkulasi risiko mereka
  • Trader yang tidak sanggup menanggung lonjakan spread sebaiknya menghindari membuka atau menutup posisi beberapa menit di sekitar rilis data tersebut

Jenis instrumen:

  • Pasangan mata uang utama (EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD, USD/CHF, USD/CAD, NZD/USD) biasanya memiliki spread ketat berkat likuiditas global yang melimpah
  • Pasangan minor dan eksotis (misalnya EUR/TRY, USD/ZAR) secara alami memiliki spread lebih lebar, sering kali beberapa pip, bahkan dalam kondisi tenang sekalipun
  • Logam mulia (XAUUSD, XAGUSD), indeks (misalnya US30, DAX40), dan CFD kripto dapat mengalami ayunan spread besar di sekitar pembukaan pasar dan rilis berita, meski terkadang mendekati spread nol saat likuiditas berada di puncaknya

Model dan infrastruktur broker:

  • Broker ECN/STP yang menggabungkan banyak penyedia likuiditas umumnya menawarkan floating spread lebih ketat dalam kondisi normal dan memberikan akses langsung ke kuotasi harga pasar antarbank
  • Market maker dapat menjaga spread tetap fixed, tetapi mungkin menerapkan requote atau spread stabil yang lebih lebar untuk mengelola risiko model bisnis mereka

Slippage harga dan solusi VPS:

Slippage harga terjadi saat order Anda dieksekusi pada harga jual atau harga beli yang berbeda dari harga yang Anda inginkan — hal yang umum terjadi saat pergerakan pasar cepat dan periode volatil. Peristiwa ini dapat terjadi pada kedua jenis spread, tetapi lebih sering terlihat pada floating spread selama rilis berita.

Menggunakan Virtual Private Server (VPS) dapat membantu meminimalkan risiko slippage dengan cara:

  • Meminimalkan latensi antara platform trading Anda dan server broker
  • Menjaga koneksi tetap stabil selama volatilitas tinggi
  • Mengeksekusi order lebih cepat dibandingkan koneksi internet rumahan standar

Secara umum, trader jangka pendek dan mereka yang menggunakan strategi otomatis memperoleh manfaat paling besar dari hosting VPS.

Dapatkan VPS Gratis

Pertimbangan jenis akun:

Setiap akun trading hadir dengan struktur spread yang berbeda:

  • Akun Standard: sering kali menggunakan fixed spread atau floating spread yang lebih lebar, tanpa komisi
  • Akun ECN/Raw: biasanya menawarkan floating spread sangat ketat ditambah komisi per lot
  • Akun Pro/VIP: dapat menawarkan spread paling ketat, tetapi mensyaratkan deposit minimum yang lebih tinggi

Tipe akun Anda berpengaruh langsung terhadap besaran biaya trading — pilih sesuai dengan volume trading dan kebutuhan strategi Anda.

Kesimpulan

Memahami fixed versus floating spread adalah kunci utama untuk mengendalikan biaya trading Anda. Fixed spread menawarkan kepastian dan kesederhanaan, tetapi biasanya hadir dengan biaya rata-rata yang sedikit lebih tinggi serta risiko requote saat pasar bergerak cepat. Floating spread sering kali lebih murah dan mencerminkan kondisi pasar riil secara lebih akurat, tetapi dapat melebar tajam saat likuiditas menipis atau saat rilis berita besar.

Jika Anda mengutamakan biaya yang stabil dan pasti, jarang melakukan transaksi, serta menghindari rilis berita berdampak tinggi, fixed spread mungkin lebih cocok untuk Anda. Namun, jika Anda adalah trader aktif yang sensitif terhadap biaya, aktif bertransaksi di sesi likuid, dan memiliki pengendalian risiko yang solid, floating spread biasanya merupakan opsi yang lebih baik. Langkah paling bijak adalah menguji keduanya di akun demo tanpa batas kedaluwarsa Switch Markets menggunakan instrumen dan timeframe trading Anda yang sebenarnya. Pantau spread rata-rata, spread di skenario terburuk, requote, serta biaya riil per transaksi, lalu tetapkan pilihan setelah mengevaluasi data selama satu atau dua bulan. Menguasai karakteristik pergerakan spread adalah keterampilan dasar trading, karena seiring waktu, selisih bid-ask inilah yang menentukan apakah keunggulan trading Anda berbuah profit atau justru perlahan tergerus biaya.

Buka Akun Sekarang

Pengungkapan Risiko: Informasi yang disediakan dalam artikel ini tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, rekomendasi investasi, jaminan keuntungan, atau pelindung dari kerugian. Konten kami hanya untuk tujuan informasi dan membantu Anda memahami risiko serta kompleksitas pasar ini dengan menyediakan analisis objektif. Sebelum melakukan trading, pertimbangkan dengan cermat pengalaman, tujuan keuangan, dan toleransi risiko Anda. Trading melibatkan potensi kerugian finansial yang signifikan dan tidak cocok untuk semua orang.

Belum Siap untuk Trading Live? Trading dengan percaya diri menggunakan akun demo dalam kondisi yang menyerupai pasar riil. Coba Trading Demo